Bandar Togel dan Live Casino Online
Bandar Poker Online
Bandar Domino 99 Online
Home / Cerita Selingkuh / Cerita Sex: Penasaran Akan Kejantanan-Ku

Cerita Sex: Penasaran Akan Kejantanan-Ku

Agen Judi Online

CeriSeks.com Situs Cerita ABG, Cerita Janda, Cerita Mahasiswi, Cerita Mesum, Cerita Pemerkosaan, Cerita Porno, Cerita Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Terbaru 2017, Cerita Tante, Cerita Threesome – Baru 2 minggu kemarin anak anak kantor mengadakan pesta di villa, kemarin sore setelah rapat kantor Hpku ada notificasi kalau ada email masuk , aku baca pesannya hanya mengirim nomer teleponnya dan menyuruhku untuk menelponnya , karena penasaran habis rapat kantor aku langsung meneleponnya.

“halloo dengan siapa kalau boleh tau”

“ini Desi mas, yang 2 minggu kemarin tempat villaku di buat pesta kantor mas”

“ohh Desi” hatiku kaget karena si sela sela telepon itu dia meminta untuk makan malam bersama , kita janjian di sebuah restoran, aku pun mengiyakan ajakan dia dan malamnya pukul 8 kulihat Desi sangat anggun dan cantik memakain gaun yang seksi itu, gaunnya memang sedikit agak terbuka di bagian dadanya sehingga membuat hatiku berdetak kencang, jujur saja melihat hal itu aku leluasa melihat toketnya yang tanpa Bh menyembul.

Rambutnya di sanggul, sehingga lehernya yang putih jenjang terlihat jelas. Gaun mininya yang ketat memperlihatkan pinggulnya yang padat dan aku tidak melihat garis celana dalamnya. Betisnya putih dan berbentuk seperti cerutu makin membuat darah laki-lakiku makin bergolak. Selesai makan, kuantar dia pulang ke apartemennya di Cipete.

Di lift, begitu pintu tertutup, tiba-tiba saja dia memelukku dan berbisik. “Bim, aku pingin merasakan kejantanan lu.., Clara bilang lu hebat”. Aku merasakan buah dadanya yang tertekan di antara tubuhku, dan kontan saja kontolku berdiri.

Desi ternyata merasakan juga kontolku yang menegang, dia langsung meremas kontolku sambil menyodorkan bibirnya yang merekah, langsung saja kusambar bibirnya dengan ciuman yang penuh nafsu dan tanganku mulai menjelajah buah dadanya. Aku remas buah dadanya dengan lembut dan aku merasakan desahan nafas Desi yang makin keras.

Tidak lama kemudian pintu lift terbuka, dan kita berdua dengan terburu-buru langsung menuju kamar apartemen karena kita merasakan nafsu birahi yang rasanya sudah tidak tertahankan lagi. Setelah kita berdua masuk dan mengunci pintu, Desi langsung menciumiku dengan bertubi-tubi, tangannya langsung melepaskan sabuk dan celanaku.

Sementara itu, aku juga berusaha melepaskan gaunnya dengan menurunkan ritsluiting di punggungnya. Setelah gaunnya lepas, aku melihat tubuh yang putih mulus, Desi ternyata tidak memakai celana dalam sehingga aku sekarang bisa melihat bibir memek yang menggembung dan ditutupi oleh bulu-bulu yang tipis dan buah dadanya yang menonjol indah itu masih ditutupi oleh BH yang tipis.

Tidak lama kemudian, aku merasakan jari-jarinya di kontolku dan setelah itu Desi berjongkok dan memulai babak pemanasan dengan mengecup dan menghisap kontolku dengan bibirnya yang mungil itu.

Beberapa saat kemudian, kita berdua sudah telanjang total tanpa sebuah benangpun menutupi tubuh. Aku merasakan hisapannya di kontolku makin menggairahkan. Pelan-pelan kuangkat dia supaya berdiri dan kurapetin dia ke tembok, kuhujani dia dengan kecupan di leher dan bibirnya.

Sementara itu tanganku mulai bekerja di buah dada dan memeknya. Tidak lama kemudian, Desi menggelinjang dan setengah berteriak “Bim, setubuhin aku sekarang.., aku udah tidak tahan!”.

Kusuruh dia mengangkat kakinya, pada saat itu memeknya terbuka, aku masukin kontolku ke memeknya yang sudah dipenuhi dengan lendir.

Setelah itu aku suruh dia melingkarkan kedua kakinya di pinggangku dan kedua tangannya di leherku, kedua tanganku berada di pantatnya untuk mengangkatnya. Posisi kita persis seperti orang yang menggendong temannya, hanya saja kontolku sudah tertancap ke memeknya.

Dengan tanganku yang ada di pantatnya, aku angkat dia naik turun sehingga kemaluan kita saling bergesek. Aku merasakan lubang memeknya mulai basah lembab. Sambil menggendong Desi, aku jalan ke sofa dan akhirnya aku duduk di sofa yang empuk itu.

Sekarang posisi Desi berjongkok di atasku dengan kontolku masih di dalam memeknya yang menggairahkan itu. Desi mulai menggerakkan badannya naik turun, seperti orang sedang berkuda sementara itu kedua tanganku mulai bekerja di payudaranya yang makin menegang itu.

Makin lama gerakan naik turunnya makin cepat, sehingga kontolku dan memeknya bergesek makin keras, karena memeknya sudah mengeluarkan cairan “pelumas”, gesekan itu terasa nikmat dan membuat kontolku makin keras.

Kenikmatan gesekan ini ternyata membuat Desi menjerit-jerit kecil, “Ough.., ough.., ahh”. Beberapa saat kemudian, gerakan naik turunnya bertambah pelan, seolah-olah dia ingin merasakan gesekan yang menimbulkan kenikmatan itu, kontolku sekarang bergesek lembut dengan memeknya.

Aku tahu dia sebentar lagi orgasme, langsung saja bibirku bekerja di payudaranya, sambil kuremas pelan-pelan bibirku mengecup dan menghisap puting payudaranya. Kegiatanku ini ternyata membuat Desi makin tersenggal-senggal,

“Ahh.., aauhhg.., terus ‘Bima.., ohh”. Tidak lama kemudian, Desi mengejang dan menjerit, “Bim, aku tidak tahan lagi.., ohh.., uhff”, dan aku merasakan kontolku dibasahi cairan dari memeknya.

Desi merebahkan badannya di atasku, aku terus mengecup dan menjilati kedua putingnya dan celah-celah payudaranya.

Tangan kiriku mengelus dan meremas rambutnya dan tangan kananku meremas-remas pantatnya yang kencang itu. Sesudah beberapa menit, aku bilang ke Desi, “Des, aku pingin nyetubuhin lu dari belakang, coba lu nungging di sofa”.

Tanpa banyak bicara, dia melakukan perintahku. Dia berdiri mengangkang dengan satu kaki ada diatas sofa dan badannya membungkuk dengan kedua tangan berpegangan di sandaran sofa. Kumasukkan kontolku ke memeknya dari belakang, aku merasakan memeknya masih cukup lembab buat main satu ronde lagi.

Aku pegang pinggangnya yang ramping dan aku mulai menggerakkan badanku maju mundur. kontolku keluar masuk memeknya, mula-mula dengan perlahan-lahan, makin lama aku tambah temponya. Badan Desi terguncang-guncang dan dia mulai mendesah-desah,

“Ough.., Oohh.., Oughh.., lagi Bima, lagi”. Setelah kugoyang dengan cepat dan bertenaga, aku pelankan ayunan pantatku dan aku raih payudaranya untuk diremas-remas, sesudah itu aku naikkan lagi tempo keluar-masuknya kontolku dari memeknya dan akibatnya Desi menjerit-jerit lagi, “Uughh.., ughh.., Oughh..”.

Jeritannya ternyata makin membangkitkan nafsuku, sehingga kugoyang makin cepat dan makin bertenaga. Aku merasakan kenikmatan yang makin besar, tapi akibatnya Desi menjerit,

“Bima.., udah Bima.., Ohh.., aku tidak tahan..”. Akhirnya kulepaskan kontolku dari memeknya.

Aku Rentangkan dia diatas karpet dan kubisiki, “Sorry Des.., aku belum orgasme juga nih, kita main sebentar lagi yaa!”. Terus kutindih dia dan aku masukkan kontolku lagi di memeknya dan sekarang kita main dengan posisi konvensional.

Desi cuma berbisik, “Pelan-pelan ya Bima..”. Sekarang aku merasakan kedua payudaranya yang menegang di dadaku, kedua tangan Desi memeluk punggungku dan aku mulai beraksi dengan menggerakkan pinggulku naik turun. Sementara itu mulut kita saling berciuman, dan lidah kita saling beradu mencoba saling membelit.

Pantat Desi ikut bergerak seirama dengan gerakan pinggulku, sehingga aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, kenikmatan yang akan membuatku orgasme. Beberapa saat kemudian, aku mendengar desah nafasnya yang mulai tidak teratur dan aku menaikkan tempo goyangan pinggulku.

Aku juga merasakan memeknya yang makin basah, badannya juga menggelinjang-gelinjang di bawah tekanan badanku dan tangannya mulai meremas rambutku. Makin lama desahannya makin keras,

“Ahh.., emmhh.., Bima, lagi.., oughh”.

Beberapa saat kemudian, Desi menjerit, “Bima, aku tidak tahan lagi.., oughh”, dan badannya mulai mengejang. Terus aku berkata, “Tahan dulu Len.., sebentar saja..”, dan aku merasakan cairan maniku mulai mengalir di batang kontolku, mendesak keluar dan aku pelanin goyangan pinggulku.

Sesudah itu kutekan kontolku dalam-dalam ke memek Desi, dia mengejang dan menjerit, “Ouhh..”, demikian juga aku. Desi mengejang dan memelukku kuat-kuat, air maniku menyemprot di dalam memeknya dan kita berdua merasakan sensasi orgasme yang luar biasa.

Beberapa detik kemudian, kita berdua terkulai lemas tapi aku masih menciumi bibir dan lehernya dengan lembut. Tanganku mengelus-elus kedua payudaranya karena aku tahu setelah orgasme, wanita tidak ingin ditinggal begitu saja.

Akhirnya Desi berbisik, “Pantes si Clara lengket sama lu Bima, lu ternyata memang hebat di ranjang”. Sesudah itu kita berdua pergi ke kamar tidur buat beristirahat, mengumpulkan tenaga karena masih ada beberapa seks session lagi sebelum pagi tiba. Cerita Mesum, Cerita Porno, Cerita Sex Terbaru 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close Button
Situs Togel Terpercaya